DEFINISI YANG MENGUASAI


(Sebuah Kuasa Hegemoni Ilmu Pengetahuan)

Bismillahirrahmanirrahim

Dalam dunia Ilmu Pengetahuan telah dikenal istilah Definisi, Ta’rif, dan Pengertian, yang gunanya untuk membatasi ruang lingkup suatu permasalahan dalam ilmu pengetahuan. Pendefinisian mencakup perbincangan tentang masalah makna dan denotasi istilah-istilah yang berkenaan dengan suatu bidang ilmu. Cara seseorang dalam mendefinisikan terkait dengan cara membangun otoritas, artinya pembahasan suatu bidang ilmu haruslah tidak menyalahi aturan definisinya.

Definisi-definisi, tentu saja berubah setiap saat dan konsep-konsep suatu ilmu pengetahuan berbeda dengan pemahaman orang-orang dahulu dengan orang-orang sekarang, yang jelas orang-orang sekarang banyak yang merujuk kepada definisi-definisi yang dibuat oleh generasi pendahulunya, dengan demikian definisi sesungguhnya adalah produk dari sejarah dengan proses-proses yang secara kebudayaan bersifat khusus.

Dalam perbincangan ilmu pengetahuan, setiap komponen pendukung dari pengetahuan tersebut harus dibatsi dengan cara mendefinisikan setiap komponen tersebut, jika menyalahi aturan definisi maka ilmu tersebut akan keluar dari barometernya, maka apabila hasil spekulasi dari suatu pengetahuan jika masih dalam lingkup keilmiahan dapat diterima, begitu juga sebaliknya.

Pada pertumbuhan setiap ilmu pengetahuan, baik ilmu Filsafat sebagai bapaknya ilmu, sangat dipengaruhi oleh perkembangan definisinya, pada zaman dahulu semua ilmu pengetahuan sumbernya adalah ilmu filasafat, karena berkembangnya spekulasi dan definisi membuat berbagai bidang ilmu memisahkan diri dari filsafat, dengan demikian ilmu pengetahuan akan lebih berkembang  apabila tingkat pendefinisian dan spekulasinya dikembangkan.

Intinya, pembatasan suatu bidang permasalahan yang akan dibahas dalam suatu ilmu pengetahuan mesti dan harus dilakukan, pembatasan itu harus dilakukan dengan pendefinisian permasalahan tersebut, sehingga arahnya dapat diprediksikan. Tentu saja setiap spekulasi yang muncul bila tidak masuk lingkup definisi akan dianggap spekulasi asal-asalan atau tidak ilmiah.

Wallahu A’lam Bissawwab

Oleh : Handri Putrawan, S.PdI

Iklan

About Handri Putrawan

Saya adalah salah seorang staf pengajar di MA NW Pringgasela pada Yayasan Darul Mujahidin Pringgasela.

Posted on 27/02/2012, in Teori Pengajaran. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: