PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI TAMAN PENDIDIKAN QUR’AN


(SEBUAH PENGANTAR)
“Secara umum, pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui pengalaman individu yang bersangkutan” (Asrori, 2008:6).
Pembelajaran merupakan suatu proses, artinya pembelajaran yang berhasil guna membutuhkan proses dalam pelaksanaannya, sebelum pelaksanaan pembelajaran diperlukan perencanaan, perencanaan disini dimaksudkan agar proses pembelajaran lebih terarah dan hasilnya akan lebih efektif.
Pembelajaran yang efektif terjadi bila semua komponen-komponen dalam pembelajaran tersebut mempunyai andil dalam membentuk karakter peserta didik, karakter disini adalah terbentuknya sikap posistif peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut.
“Pembelajaran berlangsung melalui lima alat dria kita, yaitu: Penglihatan (Visual): melihat kejadian sesuatu peristiwa. Pendengaran (Auditory): mendengar sesuatu bunyi. Pembauan (Olfactory): bau makanan membuat kita merasa lapar. Rasa atau Pengecap(Taste): lidah kita merasa dan dapat membedakan antara asin dan asam. Sentuhan: dapat membedakan antara permukaan licin dan permukaan kasar” (Asrori, 2008:6).
“Dalam proses pembelajaran tidak hanya melibatkan fakta atau konsep suatu bidang ilmu saja, tetapi juga melibatkan perasaan-perasaan yang berkaitan dengan emosi, kasih sayang, benci, hasrat dengki dan kerohanian. Pembelajaran tidak terbatas pada apa yang kita rancangkan saja, tetapi melibatkan pengalaman yang diluar kesadaran penuh kita, seperti peristiwa kemalangan atau seorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama” (Asrori, 2008:6).
Untuk mencapai tuju an-tujuan yang telah ditentukan dalam pembelajaran digunakan berbagai strategi pembelajaran, pembelajaran merupakan kegiatan antara guru dan siswa, jika dilihat dari segi guru maka disebut pengajaran, tetapi dilihat dari segi siswa disebut belajar, dengan demikian pembelajaran disebut juga kegiatan Belajar-Mengajar (KBM).
Pembelajaran Bahasa Arab, digolongkan kepada proses belajar-mengajar Bahasa secara umum, ini berrati pembelajaran Bahasa Arab diperuntukkan untuk mata pelajaran Bahasa Arab, yang nota benenya bahasa asing. Konsekuensinya, pembelajaran Bahasa Arab harus mengacu kepada materi-materi yang berbahasa Arab guna menunjang tercapainya pembelajaran Bahasa Arab yang efektif.
Pembelajaran Bahasa Arab pada dasarnya sama dengan pembelajaran bahasa yang lain, hanya saja pembelajaran Bahasa Arab harus berdasarkan materi-materi yang menyangkut Bahasa Arab pada umumnya, adapun materi-materi pembelajaran Bahasa Arab secara garis besarnya terdiri dari sepuluh pembelajaran, antara lain :
1. Pengenalan Hurup-hurup Hijaiyah
2. Menulis Hurup-hurup Hijaiyah
3. Melafalkan Hurup-hurup Hijaiyah
4. Merangkai Hurup-hurup Hijaiyah
5. Pengenalan kata-kata Bahasa Arab
6. Merangkai kata-kata Bahasa Arab menjadi Kalimat yang
Balig(sesuai aturan Gramatikal Bahasa Arab)
7. Membaca (Qira’ah)
8. Imla’
9. Hiwar (percakapan)
10.Qawa’id (Nahwu, Sharef, Balaghah, dll).
Bahasa Arab adalah bagian dari kebudayaan bangsa Arab, konsekuensinya, dalam pembelajaran Bahasa Arab harus diperkenalkan budaya Bahasa Arab yang dianut oleh orang-orang Arab sendiri, seperti cara-cara mengucapkan kata-kata Arab oleh penutur aslinya. Sebab mengajarkan bahasa berarti juga mengajarkan budaya dari bahasa tersebut.
Pembelajaran Bahasa Arab pada tingkat dasar harus mengadopsi tingkat kemampuan peserta didik, hal ini dimaksudkan untuk kemudahan dalam menanamkan pengetahuan Bahasa Arab pada diri perserta didik, pembelajaran Bahasa Arab pada tingkat dasar meliputi lima keterampilan, antara lain :
1. Pengenalan Hurup-hurup Hijaiyah
2. Menulis Hurup-hurup Hijaiyah
3. Melafalkan Hurup-hurup Hijaiyah
4. Merangkai Hurup-hurup Hijaiyah
5. Pengenalan kata-kata Bahasa Arab
6. Membuat kalimat Bahasa Arab
Pembelajaran Bahasa Arab di TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) seyogianya harus mengacu kepada lima keterampilan dasar di atas, dan harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik dalam hal ini adalah santri-santri TPQ. Dalam pembelajaran Bahasa Arab di TPQ lebih diarahkan kepada peningkatan keterampilan membaca dan menulis Al-Qur’an.
Pembelajaran Bahasa Arab di TPQ harus memperhatikan konsep-konsep kurikulum, kurikulum dapat dilihat dalam tiga dimensi, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai rencana. Namun sejauh ini kurikulum Bahasa Arab pada lembaga LPTKA-BKPRMI belum dirumuskan secara spesifik, karena Bahasa Arab masih dimasukkan dalam Muatan Lokal yang pelaksanaannya harus memperhatikan pada daya dukung dari lembaga TPQ bersangkutan.
Tulisan ini dimaksudkan sebagai masukan bagi LPTKA-BKPRMI untuk menyusun kurikulum Bahasa Arab di TPQ, sebab akan sangat janggal sekali jika lembaga yang bergerak dalam pendidikan Al-Qur’an tidak memasukkan Bahasa Arab sebagai Mata Pelajaran Inti, pembelajaran Bahasa Arab seyogianya harus menjadi pendamping pembelajaran baca-tulis Al-Qur’an di TPQ.
Iklan

About Handri Putrawan

Saya adalah salah seorang staf pengajar di MA NW Pringgasela pada Yayasan Darul Mujahidin Pringgasela.

Posted on 07/01/2012, in Teori Pengajaran. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: